Categories
News

Mendeteksi Preeklamsia Sejak Dini Bag2

Setelah beberapa hari, tekanan darahnya naik lagi jadi 210/150 mmHg. Dokter menyarankan Afrilia dirawat di rumah sakit karena ia khawatir pasiennya ini bakal kejang. Tapi, karena tak disampaikan dengan tegas, Afrilia menyangka itu hanya saran yang tak harus dijalankan. ”Saya kira enggak wajib,” tuturnya. Bencana datang pada malam harinya. Apa yang dikhawatirkan dokter menjadi kenyataan.

Pada dinihari, Afrilia yang sedang terlelap mengalami kejang-kejang. Saat itu juga suaminya memboyong Afrilia ke rumah sakit. Janin dalam kandungannya, yang kala itu berumur 26 pekan terpaksa dikeluarkan lewat operasi caesar. Karena paru-parunya yang belum sempurna, bayi laki-lakinya ini dimasukkan ke neonatal intensive care unit (NICU). Adapun Afrilia tak sadarkan diri selama dua hari. Sembilan pekan bayinya dirawat di NICU dan sempat dibawa pulang.

Categories
Parenting

Ini Tidak Boleh Itu Tidak Boleh

Awas jatuh! Awas kejedot! Jangan dipegang! Kata-kata ini pasti sering terdengar di rumah Mama Papa yang punya batita. Saking sibuknya melihat si kecil bereksplorasi (yang memang masanya), kita berubah jadi “satpam” yang sibuk melarang ini-itu. Padahal, jadi enggak asyik lagi, lo, buat si batita. Sebabnya, dia jadi terhambat eksplorasinya.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Melampiaskan Rasa Ingin Tahu

“Eksplorasi adalah cara paling jitu untuk mengembangkan rasa ingin tahu batita pada lingkungannya, juga tentang dirinya sendiri,” ujar psi kolog Alfa Mardhika. Pada tahap per kembangan ini, batita belajar me ngenali benda-benda yang ada di lingkungan dengan cara meme gang nya. Jadi, eksplorasi penting dilakukan agar wawasan pengetahuan anak terhadap lingkungan bertambah.

Untuk dirinya sendiri, eksplorasi adalah bekalnya untuk berkembang menjadi anak yang percaya diri dan aktif. Karena itu, Alfa sangat menekankan pentingnya memberikan kesempatan eksplorasi kepada ba tita. “Bila batita tidak meng eksplorasi lingkungan, wawasan pe nge tahuannya cenderung kurang berkembang. Ada kemungkinan juga ia menjadi anak yang pasif dalam tumbuh kembangnya.” Melakukan eksplorasi berarti batita sedang menjelajahi rasa ingin tahunya terhadap lingkungan.

Ada beberapa hal atau benda yang mungkin berbahaya bagi anak, hal ini tak dapat dimungkiri. Karena itu diperlukan pendampingan dari orangtua untuk menjaga keselamatan anak. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal ini? Salah satunya dengan menyiapkan rumah atau lingkungan yang aman untuk anak bereksplorasi. Masalahnya, seperti apa lingkungan yang aman untuk bereksplorasi? Jangan-jangan malah terlalu aman sehingga tidak memberikan manfaat yang maksimal untuk batita.

Diajarkan Peduli “Bahaya”

Melarang batita berkegiatan, tentu bukan solusi yang baik. Batita yang banyak dilarang akan cenderung ragu-ragu, kurang percaya diri, bahkan dalam beberapa kasus dapat mengalami kecemasan untuk berperilaku mandiri. “Hal ini dikarenakan anak merasa tidak aman saat orangtua tidak berada di dekatnya. Mereka tidak terbiasa atau mungkin khawatir untuk mencoba sendiri,” ujar ibu satu anak ini. Alih-alih melarang, akan lebih baik bila kita mengajari batita mewaspadai “bahaya”.

Sumber : pascal-edu.com

Categories
News

Tips fotografi produk untuk Instagram

Menurut wawasan yang dirilis oleh Facebook pada Februari 2019, 83% pengguna Instagram mengatakan platform tersebut membantu mereka menemukan produk dan layanan baru. Selain itu, 79% pengguna mengatakan mereka mencari informasi lebih lanjut setelah melihat produk atau layanan di Instagram.

Jelas, pengiklan e-niaga perlu masuk ke Instagram. Untuk solusinya layanan jasa foto produk banyak beredar di pasaran.

Berikut kiat fotografi produk yang dapat ditindaklanjuti.

Ambil inspirasi dari merek yang Anda sukai

Selalu membantu untuk mencari inspirasi dari orang lain. Serviamo Fotografi merupakan layanan perusahaan fotografi.

Anda mungkin sudah memikirkan beberapa merek yang Anda sukai. Lihatlah fotografi produk mereka dan tanyakan pada diri Anda bagaimana bidikan atau teknik serupa dapat berhasil untuk produk Anda.

Misalnya, bayangkan Anda menjalankan butik wanita lokal. Cari merek pakaian wanita favorit Anda di Instagram dan renungkan apa yang Anda sukai dari foto produk mereka. Mungkin Anda menyukai postingan dari JCrew di bawah ini. Skema warna monokromatik dan latar belakang yang sederhana benar-benar menonjolkan produk – dapatkah Anda membuat sesuatu yang serupa dengan produk Anda sendiri?

Ketahui aturan sepertiga

Kebanyakan kelas pengantar foto, serta banyak kelas seni, mengajarkan aturan sepertiga, karena ini adalah alat yang ampuh. Aturan ini mengajarkan Anda untuk memvisualisasikan kanvas Anda sebagai sembilan segmen yang sama, seperti contoh yang ada.

Aturan sepertiga dirancang untuk membantu seniman menciptakan komposisi yang seimbang di setiap karya. Aturan ini banyak digunakan untuk jasa foto wedding dalam menghasilkan produk hasil jepretan foto yang menarik. Ini juga berguna untuk menentukan di mana harus menempatkan fokus karya Anda – produk Anda. Sasaran Anda adalah menempatkan produk Anda di sepanjang garis, secara optimal pada titik di mana dua garis berpotongan.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa saat melihat gambar, mata orang biasanya mengarah ke salah satu titik persimpangan secara alami daripada ke tengah foto,” kata pendiri Digital School Photography. “Menggunakan aturan sepertiga bekerja dengan cara alami dalam melihat gambar daripada melawannya.”