Categories
News

Mendeteksi Preeklamsia Sejak Dini Bag2

Setelah beberapa hari, tekanan darahnya naik lagi jadi 210/150 mmHg. Dokter menyarankan Afrilia dirawat di rumah sakit karena ia khawatir pasiennya ini bakal kejang. Tapi, karena tak disampaikan dengan tegas, Afrilia menyangka itu hanya saran yang tak harus dijalankan. ”Saya kira enggak wajib,” tuturnya. Bencana datang pada malam harinya. Apa yang dikhawatirkan dokter menjadi kenyataan.

Pada dinihari, Afrilia yang sedang terlelap mengalami kejang-kejang. Saat itu juga suaminya memboyong Afrilia ke rumah sakit. Janin dalam kandungannya, yang kala itu berumur 26 pekan terpaksa dikeluarkan lewat operasi caesar. Karena paru-parunya yang belum sempurna, bayi laki-lakinya ini dimasukkan ke neonatal intensive care unit (NICU). Adapun Afrilia tak sadarkan diri selama dua hari. Sembilan pekan bayinya dirawat di NICU dan sempat dibawa pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *