Categories
News

Nestapa Pencari Suaka Di Nauru

Seorang perempuan hamil yang hampir tiga tahun ber mukim di pusat penahanan pencari suaka di Nauru putus asa dan gelisah. Dokter memprediksi jabang bayi yang dikandungnya bakal lahir sekitar Oktober 2015. Namun, bukannya bahagia, perempuan itu malah histeris menangis. ”Saya ingin bayi ini dibawa ke Australia dan dijaga di sana.

Saya tidak ingin melahirkan di rumah sakit di Nauru atau di Papua Nugini, dengan lingkungan yang kotor.” Setahun sebelumnya, sekitar September 2014, sekelompok anak remaja laki-laki dan perempuan mengeluh lantaran sedikitnya waktu yang diberikan untuk mandi. Mereka meminta tambahan waktu dua menit kepada petugas di Nauru. Walhasil, sang petugas laki-laki setuju. Tapi, imbalannya, para petugas menonton anak-anak remaja itu bertelanjang mandi di bawah pancuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *